The Aggregate Demand Curve

Dalam ekonomi mikro, digambarkan kurva
permintaan dengan harga dan jumlahnya, yang miring ke bawah sesuai dengan hukum
permintaan: ketika harga naik, jumlah yang diminta akan menurun, dan sebaliknya. Namun,
dalam konteks makro ekonomi, fokusnya adalah pada permintaan agregat, yang
merupakan total permintaan di seluruh perekonomian, bukan permintaan untuk
produk tertentu di pasar individual. Ini mirip dengan menghitung skor agregat
dalam pertandingan sepak bola dua leg, di mana total skor dari kedua leg
dihitung. Di sini, kita menyoroti tingkat harga rata-rata dalam perekonomian
sebagai sumbu y, bukan harga barang individual, dan pada sumbu x, kita mengukur
PDB riil atau output total dari perekonomian.
Hal penting lainnya adalah bahwa kurva permintaan tidak lagi mencerminkan kuantitas barang tertentu di pasar, tetapi merupakan representasi permintaan agregat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk memberi label yang tepat pada kurva permintaan, mengingat karakteristiknya yang mencerminkan hubungan terbalik antara harga rata-rata dan permintaan total dalam perekonomian. Misalnya, penurunan harga rata-rata dapat meningkatkan permintaan total karena barang dan jasa menjadi lebih terjangkau, serta mendorong lebih banyak konsumen dari luar negeri untuk membeli barang ekspor kita. Ini juga dapat mendorong konsumen lokal untuk mengganti produk-produk domestik dengan produk ekspor yang lebih murah, yang semuanya akan mempengaruhi kurva permintaan agregat.
Namun, seperti dalam kasus permintaan mikro, posisi
kurva permintaan agregat dapat bergeser karena perubahan dalam
komponen-komponennya, seperti belanja konsumen, investasi, belanja pemerintah,
dan ekspor neto. Misalnya, peningkatan suku bunga dapat mengurangi belanja
konsumen dan investasi, menurunkan permintaan agregat dan membuat kurva
bergeser ke kiri.
Sebaliknya, peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan dapat meningkatkan konsumsi dan investasi, meningkatkan permintaan agregat dan menggeser kurva ke kanan. Juga, perubahan dalam nilai tukar dapat memengaruhi permintaan ekspor dan impor, yang juga akan mempengaruhi kurva permintaan agregat. Akhirnya, kejadian politik seperti pemilihan umum dapat mempengaruhi belanja pemerintah, yang juga dapat menggeser kurva permintaan agregat. Dengan demikian, penggunaan persamaan C + I + G + X - M dapat membantu memahami bagaimana perubahan dalam komponen-komponen ini memengaruhi permintaan agregat dan menggerakkan kurva ke arah yang sesuai.
0 Komentar