Components of Aggregate Demand
1. Belanja Konsumen
Berkaitan dengan belanja konsumen, hal ini dipengaruhi oleh
tingkat pendapatan yang dapat dibelanjakan setelah pemotongan seperti pajak.
Konsep pendapatan disposabel juga diperkenalkan, yang merujuk pada pendapatan
yang disesuaikan dengan perubahan inflasi. Selain itu, tingkat suku bunga juga
memainkan peran penting, di mana suku bunga rendah mendorong pengeluaran
konsumen dengan membuat tabungan kurang menarik.
2. Investasi
Investasi, sebagai komponen permintaan agregat, dipengaruhi
oleh keuntungan yang diperoleh perusahaan. Suku bunga juga mempengaruhi
investasi, karena pinjaman menjadi lebih murah dengan suku bunga rendah,
mendorong perusahaan untuk mengeluarkan lebih banyak investasi.
3. Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah tercermin dalam permintaan agregat
dan dipengaruhi oleh situasi ekonomi. Selama krisis atau resesi, pembelanjaan
pemerintah cenderung meningkat sebagai respons alami, didorong oleh apa yang
disebut sebagai penstabil otomatis dan langkah-langkah stimulus.
4. Ekspor Neto
Komponen terakhir, ekspor neto, dipengaruhi oleh nilai tukar
mata uang. Ketika nilai mata uang lokal turun, barang ekspor menjadi lebih
murah bagi pasar asing, mendorong permintaan ekspor. Sebaliknya, nilai tukar
yang lebih tinggi dapat menghambat ekspor dengan membuat produk lokal lebih
mahal di pasar luar negeri. Faktor-faktor seperti pendapatan dalam dan luar
negeri juga berperan dalam memengaruhi ekspor neto. Pertumbuhan pendapatan di
luar negeri meningkatkan permintaan ekspor, sementara pertumbuhan pendapatan
dalam negeri dapat mendorong impor, mengurangi ekspor neto.
Penting untuk diingat bahwa inflasi yang tinggi dapat
memengaruhi daya saing internasional dan menurunkan ekspor neto. Oleh karena
itu, pemahaman terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi komponen-komponen
permintaan agregat sangat penting dalam menganalisis dinamika ekonomi suatu
negara.
.jpg)
0 Komentar